Tentang IMS

TENTANG IMS

Kembali ke FAQ

Q: Apa itu IMS?

A: Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah infeksi yang menular dari satu orang ke orang lain melalui kontak seksual.

IMS yang umum terjadi di Indonesia adalah gonore, sifilis (raja singa), klamidia, dan herpes genital.

Q: Apa saja gejala IMS?

A: Gejala umum IMS di antaranya adalah rasa panas seperti terbakar saat buang air kecil, adanya luka/benjolan/lesi pada penis atau di daerah sekitar anus.

Selain itu, keluarnya cairan bening atau kuning yang keluar dari ujung penis, timbulnya rasa tidak nyaman atau gatal pada penis atau buah zakar, ruam pada penis atau selangkangan, buah zakar membengkak, dan rasa sakit saat buang air besar.

Yang harus diperhatikan adalah kamu bisa saja terinfeksi IMS tanpa menunjukkan gejala sama sekali.

IMS yang tidak diobati meningkatkan kemungkinan kamu terinfeksi HIV.

Maka dari itu, periksakan diri ke dokter untuk mendeteksi IMS secara dini dan memperoleh pengobatan yang tepat.

Q: Apakah aku terkena IMS?

A: Bila mengalami gejala dan kamu merasa berisiko tertular IMS atau HIV, yang perlu kamu lakukan adalah menjalani skrining IMS.

Kamu bisa memperoleh layanan tersebut di rumah sakit pemerintah, atau bisa dapat melakukan penilaian risiko lalu membuat janji temu di laboratorium tes HIV dan IMS yang privat melalui Update Status.

Kamu bisa membuat janji untuk tes HIV di http://updatestatus.id dengan salah satu dari tujuh klinik swasta, faskes pemerintah, dan klinik LSM di Jakarta sesuai dengan kenyamananmu.

Q: Apa itu sifilis?

A: Sifilis atau raja singa adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri bernama Treponema pallidum.

Umumnya, infeksi ini menyebar melalui hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi. Selain melalui hubungan intim, bakteri penyebab sifilis juga bisa menyebar melalui darah orang yang terinfeksi sifilis.

Gejala sifilis terdiri dari 4 tahap, yaitu tahap primer, sekunder, laten, dan akhir.

Pada tahap primer, luka yang tidak menimbulkan rasa sakit akan muncul di tempat di mana bakteri masuk ke dalam tubuh. Hal ini biasanya terjadi dalam waktu tiga minggu dari paparan, dengan kisaran antara 10--90 hari.

Pada tahap sekunder, ditandai dengan ruam yang muncul selama 2--12 minggu setelah luka berkembang dan terkadang bahkan sebelum ia sembuh. Gejala lain mungkin terjadi, yang berarti bahwa infeksi telah menyebar ke seluruh tubuh.

Jika tidak diobati, orang akan maju ke tahap laten. Ini adalah tahapan setelah seseorang terinfeksi. Setelah ruam pada tahap sekunder hilang, seseorang tidak akan memiliki gejala apapun dalam beberapa waktu (tahap laten). Tahapan ini mungkin dapat sesingkat satu tahun atau dapat berkisar antara 5--20 tahun.

Tahap akhir adalah tahapan yang paling menular dari sipilis. Jika tidak diobati, tahap akhir ini mungkin akan muncul dalam waktu dini, yaitu 1 tahun setelah terinfeksi atau setiap saat selama ia hidup.

Q: Apa itu gonore?

A: Gonore atau kencing nanah adalah salah satu penyakit menular seksual yang umum dan disebabkan oleh bakteri bernama Neisseria gonorrhoeae atau gonococcus.

Pria maupun wanita bisa terjangkit penyakit ini. Bakteri gonococcus biasanya ditemukan di cairan penis dan vagina dari orang yang terinfeksi.

Untuk pengobatan gonore, kamu bisa datang ke puskesmas atau klinik, atau membuat janji untuk bertemu dokter lewat Update Status.

Q: Apa itu klamidia?

A: Klamidia adalah IMS yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Karena sering tidak terlihat adanya gejala, banyak orang yang menderita penyakit ini dan tidak mengetahuinya.

Bakteri ini bisa berpindah dari satu orang ke orang lain melalui hubungan seksual baik anal maupun vaginal, dan kemungkinan melalui oral seks.

Bila seseorang menyentuh cairan tubuh yang mengandung bakteri dan kemudian menyentuh matanya, infeksi mata klamidia (konjungtivitis klamidia) mungkin terjadi. Hal ini menyebabkan pneumonia dan konjungtivitis, yang bisa menjadi sangat serius pada bayi bila tidak diobati.

Q: Apa itu herpes genital?

A: Herpes genital adalah infeksi pada alat kelamin yang bisa terjadi pada pria dan wanita.

Herpes genital bisa dikenali dengan kemunculan luka melepuh berwarna kemerahan dan terasa sakit di sekitar area kelamin. Luka ini bisa pecah dan menjadi luka terbuka.

Infeksi yang terjadi pada kasus herpes genital disebabkan oleh virus herpes simpleks atau sering disebut sebagai HSV. HSV dapat menular dan masuk ke dalam tubuh melalui berbagai membran mukosa dalam tubuh, seperti mulut, kulit, dan kelamin.

Virus ini seringkali menetap di tubuh manusia dan suatu saat bisa aktif lagi. Saat virus ini aktif, gejala-gejala herpes genital akan kembali muncul. Virus ini bisa kambuh antara empat sampai lima kali pada dua tahun pertama sejak terinfeksi.