Tentang HIV

TENTANG HIV 

Kembali ke FAQ

Q: Tentang HIV

A: HIV adalah virus yang disebarkan melalui cairan tubuh tertentu dan menyerang sistem kekebalan/imun tubuh kita.

Seiring berjalannya waktu, HIV yang tidak ditangani dan diobati dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Kerusakan terhadap sistem kekebalan tersebut membuat tubuh kita semakin sulit memerangi infeksi dan penyakit lain.

Sistem kekebalan yang sangat lemah ini kemudian bisa dimanfaatkan oleh kanker. Hal tersebut juga menandakan bahwa individu yang terinfeksi sudah mengalami AIDS.

Q: Tentang Penularan HIV

A: HIV menular hanya melalui cairan tubuh tertentu dari individu yang terinfeksi HIV. Cairan tubuh tersebut adalah darah, air mani, cairan pra-ejakulasi (pre-cum), cairan rektal, cairan vagina, dan Air Susu Ibu (ASI).

Di India, HIV paling umum ditularkan melalui seks vaginal atau anal, juga dari ibu ke anak, dan melalui penggunaan bersama/ulang jarum yang tercemar.

HIV TIDAK menular melalui: pijatan, ciuman, sentuhan, pelukan, serta seks cyber dan melalui telepon. Kita dan pasangan aman untuk melakukan hal tersebut, sekaligus terlindungi dari IMS dan HIV.

Q: Tentang Gejala HIV

A: Diagnosis HIV juga harus didapatkan dari hasil tes HIV. Akan tetapi, berikut gambaran secara umum gejala HIV.

Di beberapa minggu pertama setelah infeksi HIV, individu yang bersangkutan dapat mengalami gejala seperti flu, misalnya demam, diare, pembengkakan kelenjar getah bening, rasa nyeri pada tubuh, dan sakit kepala.

Gejala ini akan hilang setelah beberapa minggu, tetapi virus HIV akan tetap tinggal dalam tubuh dan individu tersebut akan tetap dapat menularkan HIV ke orang lain.

Beberapa tahun kemudian, virus HIV dapat berkembang dalam tubuh dan melemahkan sistem kekebalan tubuh yang lalu menyebabkan berbagai infeksi lain dan berlanjut menjadi AIDS.

Seseorang dapat tertular HIV tanpa mengalami gejala-gejala awal yang disebutkan di atas dan terkadang seseorang juga dapat mengalami gejala-gejala tersebut, tetapi tidak terinfeksi HIV.

Q: Tentang Risiko HIV-ku

A: Kamu bisa mengakses Update Status. Update Status adalah salah satu platform untuk melihat perkiraan tingkat risiko HIV dan IMS-mu berdasarkan jawaban yang kamu kasih dalam kuesioner yang kami berikan.

Kamu bisa kok isi kuesionernya di sini, dan kalau kamu punya pertanyaan, silakan hubungi aku di http://updatestatus.id

Penilaian risiko HIV dari Update Status terdiri dari sekelompok pertanyaan sederhana mengenai tes HIV terakhir kamu, ada tidaknya pengalaman baru-baru ini yang menyebabkan kamu berisiko tertular HIV, umur, jenis kelamin, dan juga seksualitas kamu.

Nah, dari informasi sederhana itu, kamu bisa dapat perkiraan mengenai risiko HIV-mu. Kamu dapat mencobanya sendiri di http://updatestatus.id

Kapan pun kamu merasa kamu telah terpapar HIV dan ingin memiliki ketenangan pikiran, lakukan tes HIV. Bagi sebagian besar individu yang aktif secara seksual, tes HIV setiap enam bulan adalah praktik standar.

Kalau kamu merasa lebih berisiko tertular HIV daripada orang kebanyakan, kamu dapat menjalani tes HIV lebih sering setiap tiga bulan.

Kamu dapat membuat janji untuk tes HIV di http://updatestatus.id dengan salah satu dari tujuh klinik swasta, faskes pemerintah, dan klinik LSM di Jakarta sesuai dengan kenyamananmu.

Q: Tentang Narkoba dan HIV

A: Lebih baik untuk waspada terhadap narkoba dan alkohol. Konsumsi narkoba atau alkohol sebelum seks dapat memengaruhi ingatan dan penilaian kita. Hal ini tentunya dapat meningkatkan risiko kita untuk tertular HIV.

Jangan sampai kita kemudian berkata, “Sebentar, apa yang aku lakukan tadi malam?” Kuncinya? Kita harus selalu membatasi penggunaan--dan ingat bahwa narkoba juga terlalu berbahaya untuk dicoba.

Selain itu, penggunaan jarum atau alat suntik bersama orang lain juga dapat menularkan HIV dan penyakit lain dengan mudah. Menggunakan jarum yang baru untuk obat dan napza akan mencegah infeksi. Buanglah jarum di tempat yang aman sehingga tidak dapat digunakan ulang oleh orang lain.

Q: Tentang Menikah dan Takut HIV

A: Beberapa Perda sebetulnya sudah mewajibkan tes HIV sebelum menikah atau sebelum memutuskan untuk punya anak. Pada praktiknya, mungkin tidak semua orang dapat melakukannya.

Baiknya, jika kamu ingin tahu status risiko kesehatan seksualmu, kamu bisa lakukan pengecekan terlebih dahulu lewat Update Status di updatestatus.id

Jika kamu mau tau lebih lanjut tentang statusmu, di akhir pengecekan lewat Update Status, kamu juga bisa melakukan reservasi konsultasi dengan dokter atau booking untuk tes HIV di klinik pilihanmu.

Q: Tentang Takut HIV Positif

A: Baiknya, jika kamu ingin tahu status risiko kesehatan seksualmu, kamu bisa lakukan pengecekan terlebih dahulu lewat Update Status di updatestatus.id

Lalu, jika kamu mau tau lebih lanjut tentang statusmu, di akhir pengecekan lewat Update Status, kamu juga bisa melakukan reservasi konsultasi dengan dokter atau booking untuk tes HIV di klinik pilihanmu.

Q: Tentang Takut Proses Tes HIV

A: Setiap klinik atau rumah sakit mungkin memiliki prosedur tes HIV yang berbeda, akan tetapi secara umum, berikut cara-caranya:

Ketika kita menunggu giliran untuk dipanggil saat kita berada di faskes layanan tes HIV, petugas akan meminta kita untuk mengisi formulir persetujuan (informed consent). Sewaktu giliran tiba, perawat atau konselor akan memanggil kita untuk masuk ke ruang konseling. Di sini, kita akan dijelaskan mengenai proses dan arti dari hasil tes HIV secara private.

Kemudian, petugas laboratorium akan mengambil sampel darah kita untuk dites. Biasanya, di semua Puskesmas, tes HIV dilakukan tanpa dipungut biaya untuk pemilik kartu BPJS. Jika kita tidak punya kartu BPJS, ada biaya administrasi sebesar Rp5.000,00 untuk tes HIV. Untuk klinik swasta, biaya tes bisa bervariasi. Lama pengeluaran hasil tes juga berbeda-beda, tapi umumnya dapat diambil dalam waktu 30--60 menit.

Saat hasil tes keluar, perawat atau konselor akan memanggil kita kembali ke ruang konseling untuk menyampaikan hasil tes. Prosedur standar tes HIV mengharuskan penggunaan dua hingga tiga kit tes--juga dengan metode tes yang berbeda untuk sampel darah yang sama. Menurut protokol, bila tes pertama memberikan hasil reaktif, maka sampel darah tersebut harus dites lagi untuk kedua dan ketiga kalinya. Diagnosis positif HIV hanya dapat disimpulkan jika ketiga tes yang dilakukan semuanya memberikan hasil reaktif.

Sebelum memutuskan untuk pergi tes, baiknya kita bisa melakukan pengecekan status risiko kesehatan seksual terlebih dahulu lewat Update Status di updatestatus.id

Di akhir pengecekan lewat Update Status, kamu juga bisa melakukan reservasi konsultasi dengan dokter atau booking untuk tes HIV di klinik pilihanmu.

Q: Tentang Kerahasiaan Tes HIV

A: Tim dan klinik mitra Update Status terikat sumpah untuk menjaga kerahasiaan kita. Tim Update Status memahami bahwa menjaga privasi dan meningkatkan rasa kepercayaan sangatlah penting agar tugas dapat dijalankan secara efektif. Oleh karena itu, informasi kita akan dijaga sebaik mungkin.

Semua mitra klinik dari Update Status mengikuti protokol nasional untuk prosedur tes HIV di Indonesia yang memiliki standar kualitas, kerahasiaan, dan keamanan data yang tinggi.

Ketika kita membuat janji untuk tes HIV melalui Update Status, faskes akan melakukan diagnosis status HIV kita dan mereka akan memberikan kita pilihan cara untuk menerima hasil tes kita. Tim Update Status tidak memiliki akses terhadap hasil tes HIV kita. Jika kita menghubungi klinik/faskes dan memilih untuk mengungkapkan hasil tes kita ke perwakilan Tim Update Status, hasil tes HIV kita akan menjadi rahasia kita dan juga perwakilan Tim Update Status tersebut yang akan memberikan layanan khusus sesuai dengan kebutuhan kita.

Semua orang berhak memperoleh standar layanan kesehatan yang tertinggi, termasuk perlakuan yang menghormati kerahasiaan dan tidak menghakimi. Bila mengalami masalah dengan layanan pemerintah, ajukan pengaduan ke http://www.ombudsman.go.id/ (Telepon 137 atau email: humas@ombudsmand.go.id). Aku menemukan banyak fasilitas kesehatan di Jakarta yang inklusif dan kompeten melayani berbagai populasi. Kalau kamu mau, aku bisa memberikan beberapa pilihan fasilitas swasta atau milik pemerintah. Saat mengakses layanan kesehatan, kamu berhak untuk menceritakan atau tidak menceritakan status HIV-mu. Keputusannya sepenuhnya ada di tangan kamu.

Q: Tentang Takut Sama Hasil Tes

A: Ketika kamu memutuskan untuk melakukan tes HIV, kamu akan dihadapkan dengan seorang konselor yang bertugas untuk menjelaskanmu tahapan proses tes HIV dan juga memberi tahu hasil tes HIV-mu.

Tentunya, kamu bebas untuk menyampaikan apa yang kamu rasakan kepada konselormu. Mereka ada di sana untuk mendengarkan dan membantumu. Konselor harus bebas dari judgment dan harus inklusif.

Ketika kita membuat janji untuk tes HIV melalui Update Status, faskes akan melakukan diagnosis status HIV kita dan mereka akan memberikan kita pilihan cara untuk menerima hasil tes kita. Tim Update Status tidak memiliki akses terhadap hasil tes HIV kita. Jika kita menghubungi klinik/faskes dan memilih untuk mengungkapkan hasil tes kita ke perwakilan Tim Update Status, hasil tes HIV kita akan menjadi rahasia kita dan juga perwakilan Tim Update Status tersebut yang akan memberikan layanan khusus sesuai dengan kebutuhan kita.

Termasuk dengan menyediakan tenaga konseling profesional yang siap membantu.

Q: Apakah arti hasil tes HIV?

A: Jika hasil tesmu negatif, berarti kamu bebas dari HIV! Tapi, kamu juga tetap harus menjaga kesehatan seksual kamu, ya!

Jika hasil tes kamu positif, kamu masih bisa, kok, melakukan banyak hal untuk tetap hidup sehat dan bahagia. Apa yang harus dilakukan? Semua tergantung kondisi kamu. Kalau hasil tes HIV kamu sudah konfirmatif, langkah berikutnya adalah pengobatan.

Bila kamu merasa punya potensi HIV, kamu memerlukan tes konfirmatif agar kamu yakin 100% mengenai potensi tersebut. Tes konfirmatif ini bisa kamu lakukan melalui Update Status, di salah satu dari tujuh klinik swasta, faskes pemerintah, atau klinik LSM sesuai pilihan kamu.

Namun bila hasilnya sudah konfirmatif, dengan tahu status kamu, kamu bisa mengambil keputusan pengobatan agar hidupmu jadi lebih sehat dan bahagia. Ingat, dalam jangka panjang, HIV dapat berkembang menjadi kondisi mematikan dan tidak dapat ditangani seperti diabetes atau infeksi lain. HIV dapat dikelola dengan pengobatan dan dukungan medis. Kamu dianjurkan untuk memulai pengobatan HIV segera setelah diagnosis karena itu adalah cara untuk terus menekan virus HIV, memperkuat sistem kekebalan tubuh dan mencegah penularan ke orang lain.

Q: Setelah aku tes HIV, apa yang harus aku lakukan?

A: Setelah kamu tes HIV, kamu bisa konsultasikan hasil tes kamu dengan dokter yang kamu percaya.

JIka hasil tes kamu positif, ingat, kamu tidak perlu melalui semua ini sendirian. Kamu bisa menceritakan ini ke satu atau beberapa teman dekat kamu sebelum menceritakannya ke keluargamu. Tetapi, membicarakan ini dengan seseorang itu perlu karena mengabaikan status HIV kamu tidak akan membuat semua ini berlalu. Kalau kamu ingin berbicara dengan seseorang, kami bisa bantu kamu mencari beberapa kelompok dan organisasi di Jakarta yang dapat membantu. Bantuan dan berbicara dengan orang lain juga dapat membantu kamu dalam perjalanan pengobatanmu.