Info Update Status

INFO UPDATE STATUS

Kembali ke FAQ

Q: Apa itu Update Status?

A: Update Status adalah website spesial yang menyediakan kuesioner supaya kita bisa melakukan pengecekan risiko kesehatan seksual secara mandiri.

Update Status juga menyediakan informasi mengenai tes HIV, di mana kita bisa melakukannya, dan berapa harganya.

Q: Apakah aku bisa membuat janji dengan dokter dari Update Status?

A: Bisa banget! Kamu bisa mengisi tes penilaian risiko HIV di updatestatus.id

Setelah penilaian selesai, kamu akan langsung diarahkan ke segmen membuat janji dengan dokter.

Bukan hanya tes HIV, kamu juga bisa membuat janji dengan penyedia layanan kesehatan seksual lainnya di seluruh Jakarta.

Semua layanan ini bersifat rahasia, artinya kamu bisa melakukan booking dengan nama alias, dan kerahasiaan kamu tetap terjaga.

Q: Apa saja risiko HIV?

A: Kamu tau gak, perilaku berhubungan seksual tanpa pengaman itu bisa meningkatkan kemungkinan seseorang untuk terinfeksi, lho.

Dengan melakukan tes, kamu jadi dapat pengetahuan lebih menyeluruh soal kesehatanmu, dan kamu juga jadi bisa hidup dengan lebih percaya diri lagi!

Itulah kenapa, penting banget untuk meng-update status-mu!

Q: Apa itu ARV?

A: Terapi antiretroviral (ARV) adalah konsumsi obat HIV untuk mengobati infeksi HIV. ARV dianjurkan bagi semua orang yang terinfeksi HIV.

ARV membantu para ODHA hidup lebih lama, dan lebih sehat. ODHA perlu memulai ARV sedini mungkin.

Q: Klinik mana saja yang bisa aku datangi untuk tes HIV?

A: Jika kamu ingin tau klinik mana saja yang melayani tes HIV, kamu bisa kunjungi link ini. https://myupdatestat.us/cek_klinik

Bahkan kamu juga bisa langsung membuat janji pemeriksaan, lho!

Q: Bagaimana cara mendapatkan ARV?

A: Untuk memulai pengobatan ARV, kamu perlu membawa resep dari dokter.

Layanan ARV diberikan secara gratis di pusat ARV yang ditunjuk (termasuk rumah sakit, klinik dan fasilitas kesehatan primer). Kamu hanya perlu membayar biaya administrasi saja yang besarnya bisa berbeda-beda di setiap tempat.

Biaya tambahan lain biasanya berasal dari pemeriksaan kesehatan yang diperlukan (contoh uji lab, rontgen) sebelum inisiasi ARV.

Q: Jika aku ingin mulai ARV lagi, harus bagaimana?

A: Sama seperti saat datang pertama kali, kamu hanya perlu membawa resep dari dokter untuk memulai ARV lagi.

Sebagai orang yang sudah pernah ARV, prosesnya masih akan sama.

ARV dapat diakses di semua tempat tanpa dikenakan biaya. Biaya tambahan akan dikenakan untuk administrasi dan pemeriksaan kesehatan yang diperlukan (contoh uji lab, rontgen) sebelum inisiasi ARV.

Q: Jika aku ingin mengganti aksesku ke ARV?

A: Layanan ARV tersedia GRATIS di semua pusat ARV yang ditunjuk (termasuk rumah sakit, klinik dan fasilitas kesehatan primer) di seluruh Indonesia. Kamu hanya perlu membayar biaya administrasi saja yang besarnya bisa berbeda-beda di setiap tempat.

Kamu hanya perlu membawa resep dari dokter.

Mungkin akan ada biaya tambahan untuk pemeriksaan kesehatan yang diperlukan (contoh uji lab, rontgen) sebelum inisiasi ARV.

Q: Kenapa aku tidak menerima konfirmasi reservasiku?

A: Penerima informasi reservasi online-mu adalah klinik yang bersangkutan dan bukan Tim Update Status sehingga konfirmasi juga seharusnya didapatkan dari klinik.

Jika tidak ada informasi lanjutan tentang reservasimu, sebaiknya kamu menghubungi klinik yang bersangkutan secara langsung atau melalui telepon.

Q: Bagaimana cara mengisi link Update Status?

A: Untuk mengisi link kuesioner Update Status, kamu bisa masuk ke halaman awal https://updatestatus.id/, lalu kamu tinggal memilih salah satu ikon dari dua pilihan; bunga mawar, atau hati?

Pilihan ikon ini nggak akan mempengaruhi hasil tesmu, kok!

Kemudian kamu akan diarahkan kepada sebuah halaman, lalu kamu tinggal memilih "JAWAB PERTANYAAN". Setelah itu kamu akan masuk ke halaman selanjutnya, dan kamu tinggal memilih "Yuk, mulai!", dan jawab semua pertanyaannya.

Tenang saja, semua jawabanmu sifatnya rahasia, jadi kamu tidak perlu takut atau khawatir informasinya bocor.

Q: Aku ingin tahu tentang info jarum suntik steril.

A: Kamu harus tau kalau pemerintah melalui program Harm Reduction sudah menyediakan Layanan Alat Suntik Steril (LASS) sejak 2003 lalu. Gunanya untuk mengurangi penularan HIV dan infeksi lain melalui jarum suntik yang tidak steril dan digunakan bersama-sama.

Dengan layanan ini, kamu bisa menukarkan alat suntik bekasmu dengan alat suntik yang baru di Puskesmas dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang sudah menerapkan layanan ini.

Tidak hanya jarum suntik. dalam paket LASS, kamu juga akan mendapatkan kapas beralkohol dan kondom.

Q: Bagaimana cara test HIV?

A: Setiap klinik atau rumah sakit mungkin memiliki prosedur tes HIV yang berbeda, tapi, kurang lebih begini alurnya:

Saat menunggu giliran di faskes layanan tes HIV, petugas akan meminta kita untuk mengisi formulir persetujuan (informed consent).

Kemudian perawat atau konselor akan memanggil kita untuk masuk ke ruang konseling. Di sini, mereka menjelaskan proses dan arti dari hasil tes HIV secara private.

Kemudian, petugas laboratorium akan mengambil sampel darah kita untuk dites.

Untuk klinik swasta, biaya tes bisa bervariasi. Lama pengeluaran hasil tes juga berbeda-beda, tapi umumnya dapat diambil dalam waktu 30-60 menit.

Q: Bagaimana cara tes ulang VCT?

A: Tes VCT memang sebaiknya dilakukan minimal 3 bulan setelah melakukan aktivitas seksual berisiko, untuk memastikan apakah benar kamu terjangkit HIV.

Kemudian tes yang terakhir, dilakukan setelah 3 bulan dari tes kedua.

Perlu diingat, mendapatkan hasil negatif dari tes pertama bukan berarti kamu lantas terbebas dari HIV. Tubuh umumnya akan mulai membentuk antibodi sekitar tiga minggu sampai 3 bulan setelah pertama kali terjangkit virus HIV. Periode ini disebut dengan periode jendela, yang bisa bertahan hingga 42 hari.

Namun, seberapa cepat tubuh membentuk antibodi bisa berbeda antar satu orang dengan yang lainnya. Ada yang membutuhkan waktu lebih lama atau bahkan lebih cepat dari tiga bulan.

Maka dari itu, kamu akan direkomendasikan untuk menjalani tes lanjutan berjangka setiap 3 bulan untuk memastikan diagnosisnya. VCT dapat dilakukan di puskesmas, rumah sakit, dan klinik penyedia layanan VCT.